Tiga Pelaku Pembunuhan Diamankan Polres OKU 

0
75

OS, OKU

Pasal hutang-piutang membawa pelaku pembunuhan, GA (16), AA (16) dan YY (18), harus meringkuk dalam penjara. Ketiga tersangka yang tercatat sebagai pelajar salah satu SMA di Baturaja ini menyerahkan diri ke Polres OKU pada Sabtu (21/9/2019) lalu, setelah melakukan tindakan pembunuhan korban Nanda Saputra (18), warga Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur ditemukan tewas mengenaskan di pinggir Sungai Ogan pada Jumat (20/9) lalu.

“Ketiga tersangka sudah kami amankan. Semuanya menyerahkan diri diantar oleh masing-masing keluarganya,” ujar Kapolres OKU AKBP NK Widayana Sulandari saat gelar kasus di Mapolres OKU di Baturaja, Rabu (25/9/2019).

Pengungkapan kasus tersebut, menurut Widayana, setelah pihaknya melakukan penyelidikan terhadap kegiatan terakhir korban bersama teman-temannya pada malam sebelum peristiwa pembunuhan tersebut terjadi.

“Setelah mengantongi identitas pelaku, petugas melakukan penangkapan, namun para tersangka sudah melarikan diri setelah membunuh korbannya tersebut menggunakan senjata tajam jenis pisau,” terangnya.

Dikatakan dia, upaya pendekatan terhadap keluarga para tersangka membuahkan hasil. Ketiga tersangka akhirnya diserahkan dengan kepolisian oleh keluarganya

Selain mengamankan tersangka, lanjut dia, polisi juga menyita barang bukti berupa satu sarung pisau warna hitam, satu buah ponsel android warna merah, satu celana levis pendek warna biru dongker merk Nevada, dan sehelai switer lengan panjang warna hitam bertuliskan United.

Diungkapkan Kapolres, peristiwa berdarah ini, berawal lantaran persoalan hutang. Diketahui, korban memiliki hutang sebesar Rp1.650.000 kepada tersangka YY dan GA. Korban diduga dibunuh akibat tidak mau membayar hutangnya.

“Akibatnya, korban mengalami luka tusukan senjata tajam sebanyak empat liang di bagian perut dan dada hingga meninggal dunia dan mayatnya ditemukan di pinggir Sungai Ogan Desa Banuayu, Kecamatan Lubuk Batang pada Jumat pekan kemarin,” bebernya.

Ketiga pelaku pembunuhan ini sendiri, sambung dia, dijerat pasal 338 KUHP dan pasal 340, tentang tindak pidana pembunuhan atau menghilangkan nyawa seseorang. Dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

“Tersangka dijerat sejumlah pasal pidana pembunuhan. Sejumlah barang bukti juga diamankan guna penyidikan lebih lanjut,” tandasnya (Hendri)

LEAVE A REPLY