Lahan Persawahan Pulau Gemantung, Sudah Dapat Tanam 2 kali dalam setahun

0
23

Lahan Persawahan Pulau Gemantung, Sudah Dapat Tanam 2 kali dalam setahun.

Ogan komering Ilir, Oborsumatera. Com,-
Program dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia yaitu Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) di kegiatan Optimalisasi Lahan (OPLA) telah di mulai di berbagai daerah.

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sendiri menjadi salah satu daerah terbesar yang menjadi fokus program serasi agar lahan yang kurang produktif menjadi lebih produktif dengan pembangunan irigasi dan perairan yang lebih baiik.

Kegiatan kunjungan optimalisasi Syarifudin Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman, dan Holtikultura (KPTH) Kabupaten OKI untuk Desa Pulau Gemantung Induk, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten OKI sudah dimulai dan menuai hasil.

“Pembukaan cetak sawah di Desa Pulau Gemantung dimulai tahun 2016, dimana desa ini mendapat luasan cetak sawah 260 hektar,”

“Sehingga dibentuk sebanyak 14 kelompok tani dan alhamdulillah saat ini cetak sawah ini sukses,” ucapnya saat berkunjung langsung kelokasi sawah.

Ditambahkannya lahan yang sebelumnya berupa rawa lebak tersebut sudah bisa ditanami padi.

“Lahan sawah dengan luas 260 hektar tersebut sudah mampu ditanam 2 kali dalam setahun,” jelasnya.

Kepala Desa Pulau Gemantung Induk Sadzali Dahulu Ratu mengatakan program yang diberikan oleh pemerintah mampu menghidupkan perekonomian warga.

“Warga sangat semangat dalam menanam padi dan juga bantuan seperti pupuk subsidi serta lahan yang dibagikan kepada masyarakat,” ujar Sadzali.

Ia mengatakan masyarakat senang karena lahan yang sebelumnya rawa lebak gersang akhirnya dapat di manfaatkan warga sekitar untuk bercocok tanam.

“Sebelumnya lahan ini cukup gersang di lahan rawa lebak ini hanya ditumbuhi rumput, dengan dengan adanya program Serasi ini masyarakat dapat memanfaatkan nya dengan bersawah,” ucapnya.

Sementara itu Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Tanjung Lubuk Herman SP mengatakan dengan adanya program Serasi diharapkan dari lahan 4400 hektar di Kecamatan Tanjung Lubuk.

“Kami optimis masyarakat dapat mengoptimalisasi lahan persawahan garapan yang telah ada,”

“Kita mendukung dapat meningkatkan produksi padi dan mendukung target pemerintah swasembada padi di tahun 2045 mendatang,” tuturnya.(Nw24)

LEAVE A REPLY