Disinyalir Proyek Salahi RAB, Dinas Perkim OKU Anggap Hal Biasa

0
159

OKU, Oborsumatera.com

Proyek peningkatan dan pelebaran jalan Ir. Tito Film Baturaja Ogan Komering Ulu (OKU) senilai Rp. 300 juta dituding bermasalah. Selain disinyalir volume tak sesuai, proyek tersebut dinilai menyalahi RAB yang ditentukan.

Pasalnya, kendati perbaikan jalan sepanjang 400 meter dengan lebar 50 centimer tersebut masih terbilang baru diselesaikan Dinas Perkim, namun jalan cor yang dilapisi aspal sudah mengalami keretakan.

Disinyalir keretakan terjadi lantaran permukaan jalan tidak merata pada kedua sisi kiri dan kanan kurang volume pengerjaan dari seharusnya setinggi 20 centimeter.

“Diduga dikerjakan asal-asalan menjadi penyebab jalan tersebut mengalami keretakan. Bahkan ada yang patah hingga kebawah. Jika keadaanya begini, mungkinkah nantinya   peningkatan, pelebaran  jalan cor beton ini bisa bertahan lama ,”ujar salah seorang pengguna jalan yang kebetulan melintas, Rabu (8/1/2020).

Kendati demikian, Dinas Perkim melalui Kasi Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Armasyah justru membantah tudingan tersebut. Dirinya yang juga sebagai pimpinan proyek menyebut keretakan jalan yang baru saja dibangun dinasnya tak lebih lantaran faktor alam.

“Bukan kesalahan dalam pengerjaan. Sudah sesuai dengan RAB. Kerusakan yang ada karena faktor alam. Kita hitung dari volume sesuai RAB berapa panjang dan lebarnya, jadi sebelum dicor tanahnya digali terlebih dahulu, kita ada buktinya,” jelas dia.

Terkait ketinggian cor sendiri, ia mengungkapkan pihaknya telah bekerja sesuai prosedur. Dia berdalih lokasi kontur tanah yang tak sama menjadi penyebabnya.

“Jika menurut RAB yang ada, memang ada galian tanah. Akan tetapi menurut medan lokasi yang dikerjakan dengan volume proyek, tergantung medan lokasinya. Sebab dalam pengerjaan tidak mungkin semua tinggi dan lebarnya sama,” terang dia.

Terlepas dari itu, patut disayangkan, pengerjaan proyek tersebut yang diklaim sepenuhnya sudah standar, lebih mengedepankan sisa perawatan proyek yang berlaku 3 bulan kedepan ketimbang menjaga mutu dari proyek itu sendiri,

Armansyah mengungkapkan, dalam keadaan tertentu pengerjaan proyek ia menyebut tak harus mengikuti RAB. Meski berpotensi rawan penyelewengan, namun Ia beralasan, kekurangan volume dapat diganti dengan melebihkan volume ditempat lain.

“Jjka ada tinggi yang tidak sampai 20 cm, mungkin ada kendala, menurut saya itu manusiawi dan bisa diganti dengan menambah volume, meskipun itu menyimpang dari RAB menurut saya itu sah-sah saja,” tandasnya.(Hendri)

LEAVE A REPLY