Iskandar, SE Kukuhkan Kepengurusan Rambang Senuling.

0
256

Kayuagung, Oborsumatra.com

Pengukuhan dan seminar nasional perkumpulan komunitas Rambang Snuling Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Pengukuhan tersebut dihadiri oleh seluruh anggota serta ketua adat dan disaksikan instansi pemerintah, yang berlangsung di gedung kesenian, Kota Kayuagung, Kamis (20/2/2020).

Bupati OKI, H Iskandar SE mengatakan dengan hadirnya komunitas yang sudah dilegalkan semoga saja kedepannya dapat menambah semangat dan menjadi mitra dari pemerintah tentunya.

“Karena rampang snuling merupakan komunitas suku etnis yang besar di masyarakat, dalam komunitas ini sangat besar mulai dari Prabumulih, Muara Enim, Ogan Ilir, dan termasuk Kabupaten Ogan Komering Ilir,”

“Komunitas ini merupakan suatu wadah komunikasi antar warga masyarakat. Kita mengharapkan dengan adanya ini menjadi komunitas yang dapat memberikan sumbangsih bagi kemajuan OKI sendiri,” ucapnya.

Lanjutnya, Komunitas yang baru saja dilegalkan pemerintah tersebut, telah memberikan banyak kontribusi dan beberapa juga menjadi orang penting.

“Komunitas ini baru dibentuk namun eksistensinya sudah lama, peran serta dari putra dan putri rambang snuling ini sudah banyak berkiprah dimasyarakat,

“Beberapa pemuda asli Rambang Snuling juga telah sukses dan menjadi pemimpin di luar daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Rambang Snuling, H. Nova Fahlevi SE MM menjelaskan Komunitas akan berperan serta untuk kemajuan Kabupaten OKI. Serta dengan tema seminar nasional.
Melalui pemerintahan desa mari kita wajudkan bumdes unggul di kabupaten oki.
“Seluruh anggota kami siap membantu dan memajukan Kabupaten ini sesuai dengan arahan dari pemerintah agar kedepannya menjadi lebih mandiri dan sejahtera (Mandira),” ujarnya.

Dijelaskannya bahwasanya komunitas ini dapat menghidupkan kembali adat istiadat warisan dari leluhur dan telah terkikis oleh zaman.

“Pesan dari ketua adat potensi budaya, adat istiadat yang telah memudar, akan kami hidupkan dan kembangkan kembali,”

“Potensi adat istiadat seperti ngarak seperti beberapa dusun yang tidak lagi memakai tradisi tersebut, padahal biasanya dalam keadaan susah maupun senang ngarak selalu dipakai,”

Selain itu pula, komunitas akan mencari potensi ekonomi kreatif disetiap desanya, guna mensejahterakan masyarakat.

“Khususnya di 22 Desa yang berada dalam komunitas, akan kita gali potensi yang dapat menghasilkan nilai ekonomis,”

“Contohnya saja Desa Sukaraja penghasil tenguli (Gula merah) sekarang tidak terkodinir dengan baik, namun nantinya kita akan melakukan pelatihan cara membuat kemasan dan juga penjualan produk nya,” tutupnya. (Sanfriawan)

LEAVE A REPLY