Lucy Pahri-Uzer Effendi Ancaman Serius Petahana di Pilkada Muba?

0
24

MUBA,OS-Meskipun Pilkada Muba akan digelar 2 tahun lagi, namun suhu politik di Muba mulai memanas menyusul beredarnya foto bergandengan dua tokoh politik Muba, yaitu Lucyanti Pahri dan Uzer Effendi di sosial media, beberapa hari lalu.

Pertemuan dua tokoh politik Muba dalam sebuah acara di Pondok Pesantren Raudotul Ulum Al Bakhar, Desa Cinta Karya (C3), Plakat Tinggi, Muba tersebut mengundang banyak perhatian. Spekulasi politikpun dan dikaitkan dengan Pilkada Muba 2022.

Banyak kalangan menilai, pertemuan Lucyanti Pahri dengan Uzer Effendi yang dibalut dengan acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Fahri di Pondok Pesantren Raudotul Ulum Al Bakhar, Desa Cinta Karya (C3), Kecamatan Plakat Tinggi, Muba, itu bukan tanpa tujuan.

Bisa jadi pertemuan itu sebagai silaturahim awal untuk membangun koalisi politik menghadapi Pilkada Muba 2022 mendatang. Mengingat Lucy dan Uzer adalah dua tokoh politik Muba yang sama-sama mempunyai basis massa yang besar dan militan di Bumi Serasan Sekate tersebut.

Dua mantan anggota DPRD Sumsel ini sudah sangat dikenal dan telah banyak berbuat untuk masyarakat Muba. Selain itu, nama besar mantan Bupati Muba, almarhum Pahri Azhari juga masih berpengaruh.

Tokoh masyarakat Muba, H Alfian mengatakan, jika memang terjadi koalisi politik antara Lucianti Pahri- Uzer Effendi, maka Pilkada Muba 2022 akan berlangsung panas. Mengingat duet Lucy-Uzer akan menjadi kekuatan politik yang akan menjadi ancaman bagi Bupati Muba petahana Dodi Reza Alex yang dipastikan akan maju kembali.

“Jika duet Lucy-Uzer maju dalam Pilkada Muba 2022 nanti, maka merupakan ancaman serius bagi petahana. Lucy dan Uzer adalah dua tokoh politik yang sangat diperhitungkan dan disenangi masyarakat Muba,’’ jelas Alfian.

Kordinator Komunitas Pemuda untuk Demokrasi Sumsel (KPDSS), Sugianto mengatakan saat ini pihaknya sedang mendata tokoh-tokoh politik di Sumsel yang berasal dari Muba untuk diajak diskusi kondisi Kabupaten Muba. Terutama pengentasan angka kemiskinan yang masih masuk tiga besar di Sumsel bersama Muratara dan Lahat. (ril)

LEAVE A REPLY